Benjamin S Bloom
(Feb. 1913- Sep. 1999)
Pict Source:
Wikipedia
Haloo…
sahabat pendidikan, siapa sih yang tidak kenal dengan Benjamin Samuel Bloom?
Beliau adalah pakarnya pendidikan yang lahir di Lansford, Pennsylvannia. Bloom
merupakan tokoh dunia yang sangat berpengaruh pada dunia pendidikan, ada dua
kontribusi dari Bloom yang sangat terkenal, yaitu Classification of
educational objectives dan Theory of Mastery Learning. Pada tulisan kali
ini, kita akan membahas mengenai Clasification of educational objectives di
dalam Taksonomi Bloom pada ranah Kognitif, Afektif dan Psikomotorik.
Taksonomi Bloom (Bloom’s Taxonomy)
Arti
kata Taksonomi sendiri berasal dari kata Tassein yang berarti untuk mengklasifikasikan
dan numos yang berarti aturan. Jadi bisa disimpulkan bahwa Taksonomi berarti
klasifikasi berhirarki dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi
atau pengelompokan. Taksonomi Bloom dibuat untuk tujuan pendidikan, dimana
tujuan pendidikan sendiri dibagi menjadi tiga domain (ranah atau kawasan) yang
dikenal dengan 3H yaitu Head (Kognitif), Heart (Afektif) dan Hand (Psikomotorik).
Dimana ketiga elemen ini sangat sangat terkait satu sama lain.
a.
Head (Kognitif)
Domain kognitif berkaitan erat dengan keterlibatan penggunaan akal dimana
sangat menekankan aspek intelektual seperti pengetahuan, pengertian, dan
keterampilan berfikir.
b.
Heart (Afektif)
Domain afektif tentunya sangat berkaitan dengan perkembangan sikap,
perasaan, emosi, apresiasi dan cara penyesuaian diri.
c.
Hand (Psikomotorik)
Domain psikomotorik berkaitan langsung dengan fisik, dimana kegiatan
inilah yang menerjemahkan perintah yang dikeluarkan oleh otak dan telah di
sepakati oleh hati dan dikeluarkan dengan wujud yang terlihat yaitu fisik.
Bloom’s Taxonomy
Photo: http://www.odu.edu/educ/llschult/blooms_taxonomy.htm
Pada level ini, tiga level terbawah merupakan lower order
thinking skill sedangkan tiga level ke atas merupakan higher order thinking.
Namun demikian, pembuatan level ini bukanlah bermaksud bahwa lower level
merupakan level yang tidak penting, melainkan semua level haruslah berawal dari
bawah untuk mencapai level selanjutnya.
Tujuan Pendidikan dalam Ranah Kognitif
1.
Mengingat (Remembering)
Pada level terdasar ini, kemampuan
seseorang dapat di ukur dengan metode penghafalan, seperti kemampuan untuk
menyebutkan atau menjelaskan kembali.
2.
Memahami (Understanding)
Level ini menunjukkan kemampuan dalam
memahami instruksi atau masalah, mampu menginterpretasikan dan menyatakan kembali
dengan kalimat sendiri.
3.
Menerapkan (Applying)
Pada level ini, kemampuan seseorang sudah
mencapai pada kemampuan untuk mempraktekkan atau mengaplikasikan teori kedalam
situasi yang baru.
4.
Menganalisis (Analysing)
Yaitu kemampuan memisahkan konsep ke dalam
beberapa bagian untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas atas dampak
komponen-komponen terhadap konsep tersebut secara utuh.
5.
Mengevaluasi (Evaluating)
Pada tahap ini, seseorang sudah mampu
mengevaluasi dan menilai sesuatu berdasarkan norma, aturan atau kriteria.
6.
Menciptakan (Creating)
Pada level tertinggi ini, kemampuan seseorang
telah sampai pada tahap merangkai atau menyusun kembali komponen-komponen dalam
rangka menciptakan arti, pemahaman atau struktur yang baru.
Tujuan Pendidikan dalam Ranah Afektif
Ranah Afektif merupakan ranah sikap atau perilaku seseorang,
pada tahap ini ada lima kriteria:
1.
Penerimaan, yaitu kemampuan
untuk menunjukkan sikap menghargai pendapat orang lain.
2.
Responsive, yaitu kemampuan
dalam berpartisipasi aktif dan selalu termotivasi untuk segera beraksi dan
mengambil tindakan atas suatu kejadian.
3.
Penghargaan, yaitu
kemampuan menunjukkan nilai yang dianut untuk membedakan mana yang baik dan
mana yang tidak baik terhadap suatu kejadian atau objek, dimana hal ini di
implementasikan menjadi perilaku.
4.
Organisasi, yaitu kemampuan
untuk memebentuk system nilai dan budaya organisasi dengan mengharmonisasi
perbedaan nilai.
5.
Karakterisasi, yaitu
kemampuan dalam mengendalikan perilaku berdasarkan nilai yang dianut dan
memperbaiki hubungan interpersonal dan social.
Tujuan Pendidikan dalam Ranah Psikomotorik (Keterampilan
atau Skill)
1.
Persepsi, yaitu kemampuan
untuk menggunakan saraf sensori dalam menginterpretasikannya dalam
memperkirakan sesuatu.
2.
Kesiapan, yaitu kemampuan
untuk mempersiapkan diri, baik mental, fisik dan emosi dalam menghadapi
sesuatu.
3.
Reaksi yang diarahkan
maksudnya kemampuan untuk memulai keterampilan yang kompleks dengan bantuan
atau bimbingan dengan meniru dan uji coba.
4.
Mekanisme yaitu kemampuan
untuk membiasakan gerakan-gerakan yang telah dipelajari sehingga terampil
dengan meyakinkan dan cakap. Seperti mengoperasikan, membangung, memasang,
membongkar dan memperbaiki.
5.
Reaksi kompleks yaitu
kemampuan untuk melakukan gerakan motoritas yang terampil yang di dalamnya
pola-pola gerakan yang kompleks.
6.
Adaptasi atau penyesuaian
ayitu kemampuan mengembangkan keahlian dan memodifikasi pola sesuai dengan yang
dibutuhkan.
7.
Kreatifitas yaitu kemampuan
untuk menciptakan pola baru yang sesuai dengan kondisi atau situasi tertentu
dan juga kemampuan mengatasi masalah dengan mengekslorasi kreativitas diri.
Tujuan:
1.
Teori Taksonomi Bloom
bertujuan untuk membantu merumuskan tujuan dari pembelajaran
2.
Membantu mempersiapkan dan
merancang pembelajaran dengan target yang jelas, sesuai dengan kapasitas dan
kemampuan peserta didik.
3.
Membantu seseorang memahami
posisi dan porsi serta proporsi pembelajaran yang harus dijalankan.
4.
Membantu seseorang untuk
mengevaluasi serta menilai kemampuan dan kapasitasnya dalam dunia ilmu
pengetahuan.


Komentar
Posting Komentar